Obat-obatan Resep Ternyata Mematikan bagi Lansia
Resep obat dan kombinasinya dengan obat-obatan lain ternyata mengakibatkan banyak korban lansia di Amerika, beberapa pasien banyak yang diopname, mengalami penurunan mental bahkan kematian. Beberapa dari obat-obatan resep ternyata memiliki dampak yang lebih buruk dari yang lainnya.
Sebuah studi yang dipublikasikan November lalu di New England Journal of Medicine menemukan bahwa penyebab paling sering dari panggilan darurat rumah sakit pada orang-orang berusia lebih dari 65 tahun di Amerika adalah obat pengencer darah dan obat-obatan untuk diabetes. Menurut studi tersebut, empat obat-obatan yang dikonsumsi satu atau dikombinasikan bertanggung jawab untuk dua per tiga dari panggilan darurat yang dialami para lansia.
Pada urutan pertama adalah pengencer darah Wayfarin, yang juga diketahui sebagai Coumadin, yang terhitung menyumbangkan 33% kunjungan ke rumah sakit. Suntikan insulin menjadi urutan nomor dua dalam daftar, menyumbangkan 14% kunjungan. Aspirin, clopidogrel dan obat-obat antiplatelet lainnya yang digunakan untuk mencegah pembekuan darah menyusul dengan angka 13% dan di posisi terakhir, kunjungan rumah sakit pada lansia yang diakibatkan oleh obat-obata oral hypoglycemic untuk diabetes dengan 11%.
Juli yang lalu pula, studi lainnya yang tertulis dalam Journal of the American Geriatrics Society menemukan bahwa lebih dari setengah populasi lansia secara teratur diberikan lusinan resep obat painkiller, antihistamine dan obat-obatan psikiatris yang disebut anticholinergic, dan malah mengakibatkan penurunan kondisi mental dan kematian. Penelitian menemukan bahwa mereka yang mengkonsumsi lebih dari satu obat anticholinergic mendapat nilai rendah pada tes fungsi kognitif (teori) daripada mereka yang tidak mengkonsumsi obat-obatan sejenis, dan catatan jumlah kematian dari pengkonsumsi rutin selama masa studi adalah 68%.
